REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

CANDI CANGKUANG

Enyon
Liputan oleh Enyon untuk JakBuS.com
 
Candi CangkuangSiapa yang sangka ternyata di kota dodol ini terdapat sebuah candi? Candi Cangkuang namanya. Candi ini terletak di tengah-tengah Danau Cangkuang. Lokasinya sekitar 10 km di utara Garut, candi ini merupakan peninggalan agama Hindu pada abad ke-8. Komplek candi Cangkuang yang berada di tengah danau membuatnya sangat unik.
 
Desa Cangkuang berasal dari nama sebuah pohon yang bernama pohon cangkuang (Pandanus Furcatus) yang banyak terdapat disekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad. Konon menurut cerita masyarakat setempat, Embah Dalem Arif Muhammad dan teman-temannyalah yang membendung daerah ini sehingga terbentuklah sebuah danau yang dinamakan Situ Cangkuang. Embah Dalem Arif Muhammad berasal dari kerajaan Mataram dari Jawa Timur dia datang bersama rombongannya untuk menyerang VOC di Batavia dan menyebarkan agama islam, salah satunya adalah desa Cangkuang yang saat itu penduduknya telah menganut agama Hindu. Didesa tersebut terdapat sebuah candi Hindu yang telah dipugar yang dinamakan candi Cangkuang,. Meskipun penduduk didesa tersebut telah memeluk agama islam namun mereka masih menjalankan sebagian ajaran agama Hindu.

Lokasi Candi Cangkuang yg terletak di tengah danauCagar Budaya Candi Cangkuang yang dikelola oleh Pemda Kabupaten garut, khususnya Dinas Pariwisata Dan kebudayaan, sedangkan khusus untuk pemeliharaan Candi cangkuang itu sendiri dikelola oleh dinas kepurbakalaan yang berpusat di Serang, Banten memiliki luas kawasan keseluruhan 340,755 Ha. Situ dan candi Cangkuang terletak didesa Cangkuang,kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat yang memiliki batas Administrasi sebagai berikut :
Utara : Desa Neglasari Kecamatan Kadungora. Selatan : Desa Margaluyu dan Desa Sukarame Kecamatan Leles. Timur : Desa Karang Anyar dan Desa Tambak Sari Kecamatan Leuwigoong. Barat : Desa Talagasari Kecamatan Kadungora dan Desa Leles Kecamatan Leles

Desa Cangkuang terletak diantara kota Bandung dan Garut yang berjarak 2 km dari kecamatan Leles dan 17 km dari Garut atau 46 km dari Bandung. Kondisi lingkungan di Kawasan ini memiliki kualitas lingkungan yang baik, kebersihan yang cukup terjaga dan juga bentang alam yang baik. Tingkat Visabilitas di kawasan ini digolongkan cukup bebas dengan tingkat kebisingan yang rendah.

Sumber daya listrik untuk keperluan penerangan dikawasan ini berasal dari PLN yang alirannya Rakit bambu yang digunakan untuk menyeberang ke lokasi Candi Cangkuangdiambil secara tidak langsung melalui salah satu rumah penduduk di kampong Cangkuang. Sumber air bersih dikawasan ini beraal dari sumur dan air danau dengan kualitas air yang jernih, rasa yang tawar dan bau air yang normal. Tidak terdapat sarana akomodasi di kawasan tersebut. Dikawasan tersebut terdapat 15 buah kios makanan dan cinderamata yang kondisinya cukup.untuk tempat parker di kawasan tersebut tersedia diseberang situ Cangkuang didekat pintu masuk dengan daya tampung 25 kendaraan pribadi dengan kondisi yang baik dengan lapisan permukaan aspal.terdapat pula pos tiket dan pintu masuk didepan kawasan dengan kondisi yang cukup baik. Untuk memasuki kawasan ini pengunjung dikenai biaya masuk khusus untuk dewasa Rp.1.000 dan anak-anak Rp.500.

Fasilitas berupa toilet umum terdapat didalam kawasan dalam jumlah 6 buah dengan kondisi yang cukup. Terdapat pula 3 buah Shelter dengan kondisi yang kurang baik. Terdapat sebuah pusat informasi yang letaknya di sebuah museum yang terdapat didepan candi. Dikawasan tersebut terdapat sebuah masjid adat kampung Pulo.Terdapat pula 15 buah tempat sampah dalam kondisi yang cukup. Selain itu terdapat rakit untuk menyeberang ke pulau Cangkuang dengan tarif Rp 2000/orang.

Untuk mencapai lokasi ini bisa ditempuh dengan naik kendaraan umum/ bus dari Bandung-Garut Rp 7.000, dari Garut menuju kecamatan Leles terdapat angkutan umum ( angkot ). Jalan menuju candi Cangkuang dari jalan raya berjarak 3 km dengan jalan beraspal, dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun jalan kaki selama 30 menit atau naik kendaraan tradisional ( andong ) dengan biaya Rp 2000/orang.

Kegiatan wisata yang bias dilakukan di kawasan cagar budaya Candi Canngkuang yaitu, melihat pemandangan, memancing, berjalan-jalan, berziarah dan melakukan penelitian tentang kebudayaan.

Menyeberangkan pelangganWisatawan yang biasanya datang bekunjung kekawasan tersebut kebanyakan wisatawan nusantara yangn berasal dari Garut, Bandung, Bogor dan Jakarta, namun ada juga wisatawan mancanegara yang berasal dari Belanda, Jerman, Perancis dan Jepang. Rata-rata pengeluaran wisatawan yang berkunjung kekawasan tersebuut berkisar antara Rp 25.000 s/d Rp 50.000, dengan lama tinggal 3 - 6 jam. Wisatawan yang berkunjung rata-rata perbulan berkisar 3000 orang.

Flora dan fauna dominan terdapat dikawasan ini adalah teurep, beringin, randu, ayam dan kambing. Sedangkan flora dan fauna yang berbahaya adalah pohon renggas dan ular sawah.

Pola ruang daya tarik dikawasan ini letaknya terkonsentrasi pada suatu tempat, sedangkan pola pemilikan tanah dikawasan ini adalah tanah adat dan juga tata guna tanah ialah tanah pemukiman, pertanian, perkebunan, pariwisata dan konservasi.
sumber.

Di kota Garut, penginapan sangat banyak. Untuk lebih dekat dengan candi, kita dapat memilih penginapan yang berada di Cipanas, Garut. Disana terdapat berbagai macam hotel. Harga dari kisaran Rp.75.000,- s/d Rp.2.000.000,-. Selain penginapan kita juga tidak perlu bingung mencari tempat makan di Garut, karena terdapat beragam jenis restaurant dari mulai khas Sunda, warteg sampai dengan masakan Padang.Untuk Berkeliling Candi kita cukup berjalan kaki saja, dan juga komplek candi itu berbentuk seperti pulau. Kita dapat berjalan-jalan di sekitar komplek Candi, karena memang lumayan luas. Atau kita juga dapat masuk kedalam Museum sederhana yang menceritakan tentang awal penemuan Candi itu sampai akhirnya berdiri kokoh seperti sekarang.

Buah Tangan
Sepanjang pintu masuk Candi, akan kita temukan kios-kios yang menjajakan cinderamata sampai makanan.

Tips
Jalan masuk Candi ini agak berbatu. Jadi lebih baik jika kita menggunakan alas kaki yang nyaman bila tidak ingin kaki kita terasa sakit. Pakailah sepatu olah raga atau sendal dengan sol agak tebal. Dan jangan lupa membawa topi atau payung. (WM)
(Sebagian artikel bersumber dari Dinas Pariwisata Kab. Garut)
 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana