REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

Estafet Jakarta-Purwokerto-Kebumen

Liputan oleh : Bayuaji Sudibyo untuk jakbus.com

Sinar JayaJumat, 18 Juli 2008 pukul 17.00 WIB, secepat kilat saya berbenah dan langsung meninggalkan tempat kerja menuju Terminal Pulogadung. Hari yang ditunggu untuk bisa pulang kampung (pulkam). Rasanya gembira banget bisa pulkam dengan naik bus.

Pukul 17.15 angkot yang saya tumpangi sampe ke Terminal Pulogadung. Di pintu keluar saya lihat sebuah bus PO Sinar Jaya rute Jakarta-Purwokerto-Wonosobo sedang berjalan pelan meninggalkan terminal. Saya pun langsung turun dari angkot dan lari mengejar bus tersebut.



Sambil berjalan perlahan, kru membukakan pintu depan bus. Saya pun langsung saja naik. Begitu naik, saya segera tahu Pak Sopirnya. Hari itu bus Sinar Jaya AC seat 3-2 dikemudikan oleh Bapak S. Terus terang saya belum pernah berkenalan dengan Bapak S. Namanya pun saya tahu dari tulisan nama di dada kiri baju seragam pengemudi Sinar Jaya yang berwarna coklat.

Bus terus berjalan perlahan menyusuri padatnya jalan raya. Mendekati PTC (Pulogadung Trade Center), saya pun ditarik ongkos.  Tarif Jakarta-Purwokerto kelas Bisnis AC seat 3-2 adalah Rp 50.000,00. Lumayan, tidak terlampau mahal, Sebagai pembanding bus kelas ekonomi Sinar Jaya rute Jakarta-Purwokerto bertarif Rp 45.000,00.

Di pertigaan pintu masuk Kawasan Industri Pulogadung (KIP), si penjual tiket pun turun. Sementara kernet bus memberikan tiket ke saya. Saat itu saya tanya apakah bus  akan langsung ke tujuan ato mampir ke pool di Cibitung. Si kernet memberitahu bahwa bus akan langsung dan berarti tidak mampir ke pool.. Pada kondisi biasa, bus yang membawa 30 orang penumpang tidak mampir ke pool.

Bus pun terus berjalan. Jalanan memang padat apalagi antara pertigaan KIP sampe pertigaan Pupar. Berbagai jenis angkutan tumplek blek di jalanan. Ada sepeda onthel, sepeda motor, gerobak sampah, gerobak pedagang mie/bakso, sampe truk tronton ato trailer. Semua campur jadi satu. Selepas Pupar jalanan tetap ramai tetapi lumayan lancar.

Mendekati pintu tol Cakung, bus berjalan lambat. Sebelum pintu tol bus berhenti sejenak. Bus pun berhenti untuk menaikkan penumpang dari agen bus Cakung. Beberapa saat kemudian penumpang bus bertambah 5/6 orang. Selepas agen di Cakung, bus pun segera masuk ke jalan tol.

Bus Sinar Jaya yang saya naiki merupakan bus Hino karoseri Rahayu Santosa (RS)  yang relative baru. Saya nggak tahu Hino seri apa ato bus model apa. Yang saya paham, bus Sinar Jaya yang saya tumpangi merupakan bus yang sesuai dengan standar bus Dephub, sebab pintu untuk pengemudi sudah tidak ada lagi.. Selain itu di bagian kanan belakang sudah terdapat pintu darurat.

Alhamdulillah, saya tidak terlalu mengantuk. Biasanya selepas pintu tol Cikunir, dan bus memasuki ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, saya langsung tidur.. Kali ini saya bisa ‘melek”. Selepas Bekasi Timur, bus mengambil lajur kiri, bersiap memasuki SPBU sebelum Pintu Tol Grand Wisata. Jarum jam menunjukkan pukul 18.40 ketika bus memasuki SPBU. Di SPBU tersebut, pertugas kontrol PO Sinar Jaya pun segera naik dan menghitung jumlah penumpang. Saya pun minta ijin Pak Sopir untuk turun n segera menuju toilet untuk buang air kecil. Sesudah itu saya naik kembali, dan kernet bus pun menghitung kembali jumlah penumpang. Sesudah sesuai bus pun bergerak perlahan untuk menuju tempat mengisi solar.

Sesudah solar diisi, bus Sinar Jaya kembali memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek. Mendekati pintu tol Karawang Barat, kembali bus berjalan perlahan. Jalanan cukup padat. Usut punya usut, ternyata ada kecelakaan, sebuah truk gandeng membawa tabung gas ukuran 3 kg terguling di median jalan.

Selepas Karawang Barat , jalanan kembali lancar. Bus terus melaju. Bus Sinar Jaya akhirnya keluar dari ruas jalan tol Jakarta-Cikampek melalui pintu tol Dawuan.  Mendekati Sukamandi, saya mengantuk berat, dan tidur pulas. Hehehee…Tahu-tahu sudah sampe RM Taman Selera di Losarang. Saya pun turun untuk ishoma.

Pukul 21.40 WIB bus pun meninggalkan RM Taman Selera. Sebelum berangkat, kernet meminta penumpang tujuan Tegal-Slawi untuk turun dan berganti bus. Bus pun kembali melaju di jalur pantura.

Selepas Polsek Lohbener, saya kembali tidur. Bangun-bangun sudah sampe Pejagan, bus pun meninggalkan jalur pantura, dan memasuki jalur alternative lewat Songgom-Prupuk. Saya kembali tersadar ketika bus beristirahat di RM Panorama di sebelah stasiun Prupuk.

Hari Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 02.15 WIB (dinihari) bus pun memasuki Terminal Purwokerto. Saya pun turun dari PO Sinar Jaya. Alhamdulillah selamat sampe Purwokerto.

Saya pun mencari bus untuk melanjutkan perjalanan ke Kebumen. Di jalur pemberangkatan saya lihat bus PO Dahlia Indah sudah bersiap untuk jalan. Kernet  dan calo bus terus berteriak “Solo, Jogja, Gombong!!”untuk mencari penumpang.

Dahlia IndahCukup lama saya menungggu. Mendekati pukul 03.00 WIB, bus PO Dahlia Indah rute Purwokerto-Blitar pun berjalan meninggalkan Terminal Purwokerto. Bus terus berjalan dan suara kernet serta kondektur berteriak ”Solo!! Jogja!! Gombong!!” bersautan.

PO Dahlia Indah merupakan PO yang cukup lama eksis di rute Purwokerto-Blitar. Saya kenal PO ini dari tahun 1982. Beberapa PO lain yang melayani rute Purwokerto-Jawa Timur tidak ada yang selama Dahlia Indah. Saat ini selain Dahlia Indah, rute Jawa Timur dilayani oleh PO Mandala(ekonomi Surabaya-Bandung), untuk kelas Patas AC tercatat ada PO Handoyo(Malang-Purwokerto), PO Zena (Malang-Purwokerto) dan PO Rosalia Indah (Surabaya-Purwokerto).

Sesampai di Sokaraja, saya ditarik ongkos oleh kondektur. Ongkos Purwokerto-Kebumen adalah Rp 13.000,00. Tapi kalo Anda naik PO Santoso ato PO Mulyo, ongkos yang ditarik adalah Rp 12.000,00. Saya pun langsung tidur lagi, Sesampai perempatan Buntu saya terbangun, dan bus ngetem. Sesampai Gombong bus kembali negetem. Tempat ngetem bus di Gombong adalah di pertigaan Sempor Lama. Di sini kita bisa sarapan bubur hangat dan aneka gorengan yang bener2 panas (tempe mendoan, pisang goreng, wouw mak nyuss!!!!) sambil minum kopi. Di pagi hari hampir semua bus2 dari Purwokerto/Cilacap selalu berhenti dan kru-nya pun sarapan di sini.

Selepas Gombong, saya terus terjaga karena sebentar lagi sampe Kebumen. Kurang dari setengah jam selepas Gombong, kernet kembali berteriak “Kebumen, Kebumen!!!”. Saya pun bersiap untuk turun. Akhirnya di Simpang Lima Pejagoan bus berhenti, penumpang tujuan Kebumen bisa turun  di sini.. Sekitar pukul 5 pagi saya sudah sampe di Kebumen, saatnya naik ojek/angkot untuk menuju ke rumah. Alhamdulillah, saya selamat sampe tujuan.
 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana