REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

Touring Jakarta - Padang - Bengkulu PP

 
 
Liputan Oleh: Ilham Syafri 
 
 Kamis 19-06-08
Lorena17.00...
LE 142 memasuki jalur pemberangkatan di term. Rawamangun, dari jauh LE 142 no pol.B 7676 TK dengan MB 1521 Intercooler produk 187 dibalut karoseri Celcius RS tampak gagah, segera saya duduk di bangku keramat 1B yg sudah saya pesan pd hari sebelumnya.. ..

17.15...
LE 142 meluncur keluar dr Term. rawamangun menyelusuri sepanjang jalan Cipinang hingga masuk tol Prumpung, di sepanjang perjalana tol, bus ini melaju cukup santai
 

antara 80-90 km/jam, walaupun jalanan agak macet karena jam pulang kantor, namun Driver 1 pak Ishak tetap menikmati dibalik kemudi ditemani sebatang rokok yg dihisapnya, masuk agen Tangerang jemput 2 penumpang lalu lanjut lagi masuk jalan tol Jkt-Merak... .
 
20.25...
tak terasa sudah sampai pos pemeriksaan pertama agen Lorena di depan terminal baru Merak, lalu lanjut masuk pelabuhan utk naik kapal...
 
21.15...
mulai memasuki lambung KM Jatra I, langsung LE 142 parkir di tengah2 lambung kapal, diapit oleh LE 154 dan PO transport dan beberapa PO lainnya di dalam lambung kapal tsb..
 
21.55...
KM Jatra I angkat jangkar utk selanjutnya menuju pelabuhan Bakauheni... .
 
20-06-08
 
00.50...
dr kejauhan dek kapal ini ulai nampak pelabuhan Bakauheni, segera saya turun ke lambung kapal utk kembali naik ke LE 142 dan menunggu giliran keluar kapal...
 
01.05...
mulailah perjalanan lintas Sumatra, disambut dengan jalur pegunungan selepas Bakauheni..LE 142 tetap melaju dengan kecepatan sedang dan lawan di depan yang ada hanya truk2 besar dan beberapa PO yg bersama kami di dalam kapal...
 
02.30...
masuk peristirahatan pertama yaitu RM Begadang V, saya pun memesan nasi bungkus dengan menu favorit saya, yaitu rendang, saya makan dalm bis, hal ini saya lakukan utk menghemat biaya perjalanan dan biasanya porsi utk nasi bungkus lebih banyak drpd makan di tempat, serta lebih murah...
 
03.10....
Driver 2 yaitu Pak Syahruddin mengambil alih posisi kemudi, keluar dr Begadang V menuju kota Lampung, kecepatan masih sedang, setelah melewati kota lampung, barulah pak syahruddin ini menunjukan kebolehannya di balik kemudi, MB 1521 ini pun di pacu, tak ada lawan berarti sepanjang perjalanan ini, hanya truk dan beberapa PO asal Sum-ut. mas Jajuli pun dengan setia tetap terjaga sepanjang malam, tanpa tersadari saya pun.....
 
08.25....
LE 142 memasuki tempat istirahat yg ke-2, yaitu RM Pagi Sore di daerah teluk gelam, Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, saya pun kembali memesan menu favorit saya dan saya makan di dalam bus yg sedang istirahat ini...
 
09.10...
LE 142 kembali melanjutkan perjalanan, tentunya dengan pergantian driver ditiapRM yg di singgahi...
 
11.45...
masuk kota Palembang, LE 142 masuk pool di jl.kol.burlian utk cek kondisi mesin,lalu melanjutkan perjalanan.. .
 
14.35...
istirahat makan ke-3,masuk RM Musi Raya di jalintim Palembang-Jambi, saya pun mengeluarkan persediaan, yaitu mie instant siap seduh,
 
15.10...
perjalanan dilanjutkan, sepanjang jalur Palembang-Jambi kondisi jalan mulus dengan bentuk jalan yg naik-turun membuat suspensi Le 142 terasa nyaman...
 
19.00...
masuk kota Jambi, menurunkan beberapa penumpang tujuan kota ini,lalu melapor ke agen, kemudian melanjutkan perjalanan.. .
 
20.35...
Istirahat ke-4 di RM Bayang Bulian dikota Muara Bulian kab. Batanghari.. kembali saya  mengeluarkan persediaan, yaitu mie instant siap seduh yg saya bawa sebagai persiapan selama perjalanan..
 
21.10...
kembali melanjutkan perjalanan, kali ini sepanjang perjalanan, kondisi jalan sangat sepi, kawasan perkebunan sawit dan hutan menemani perjalanan LE 142 menuju kota Padang...
 
21-06-08
 
04.00..
tempat istirahat ke-5 atau terakhir,RM Gunung Medan..saya pun langsung memesan satu porsi nasi dgn lauk dan segelas teh manis panas menemani makan saya...
 
04.45...
perjalanan punkembali dilanjutkan, beberapa penumpang mulai bersiap2 dan berkemas, menandakan mereka akan segera tiba di tujuan....
 
06.00...
matahari pagi menyambut,diiringi kabut tipis dr pegunungan bukit barisan, sungai yg mengalir disisi jalan, sawah yg membentang, membuat pemandangan menjadi lebih indah, kamipun memasuki kota Solok,disini beberapa penumpang mengakhiri tujuannya..
 
08.30..
setelah melewati jalur Solok-Padang via sitinjau laut yg curam dan berliku2, LE 142 sampai pd tujuan akhir,yaitu kota Padang, tepatnya di Jl.Raya By Pass Km.7 Padang, saya pun berpisah dan mengucapkan terimakasih kepada Pak Ishak, Pak Syahruddin, dan mas Jajuli yg telah membawa kami sampai tujuan dengan selamat...
 
NB : berhubung bus LE 142 masuk kota Padang sudah agak siang, maka rencana sy yg tadinya akanke kota Pekanbaru sy rubah, kemungkinan besar tujuan sy berikutnya adalah kota Bengkulu lalu langsung kejakarta, saya mau hunting tiket dulu yak....


Saya lanjutkan Reportase touringnya....
 
Setelah sy sampai di Kota Padang dgn LE 142 sekitar pukul 08.30 pagi, sy berfikir utk merubah rencana touring saya, karena niat saya ke Pekanbaru dr Padang naik PO ANS yg berangkat jam 07.00 pagi meleset, karena sy mengejar LE 155 dr Pekanbaru yg berangkat sekitar pukul 15.00-16.00, perjalanan dr Padang ke Pkbaru sekitar 6-7 jam. pada saat sy sedang memikirkan rencana yg meleset, tiba2 melintaslah PO Putra Putra RafflesiaRafflessia dgn karoseri Intalan yg menurut saya sangat mulus dan terawat. Karena jarak pool PR dgn Lorena cukup dekat, sy memutuskan menyambanginya, begitu sampai di pool tsb, saya terkagum2 dgn Intalan yg masih sangat terawat sekali, dlm hati saya ingin rasanya "menyicipinya", tanpa basa-basi langsung sy pesan tiket menuju kota Bengkulu dgn tarif 150rb. Agak kecewa karena sy dapat di bangku no.17, tapi dlm hati sy berkata " nanti sy rebut bangku CD nya",setelah sejenak saya mengelilingi kota Padang, sy kembali ke pool PR, sekitar pukul 14.00 Putra Rafflessia BD 7976 AP dengan sopir pak AL yg hanya sendiri mengemudikan bus ini sampai tujuan dan kernet bang Isson pun meninggalkan kota Padang setelah mengisi solar di SPBU indarung, dekat PT Semen Padang, niat sy utk duduk di bangku CD pun sy lakukan dan berhasil, begitu melewati batas kota Padang, tanjakan dan rute berkelok Sitinjau Laut menyapa kami, mesin MB Intercooler pun menjawab, tiap tanjakan dan tikungan curam mampu diatasinya, pukul 16.15 kami tiba di kota Solok dan masuk term. Bareh Solok utk menjemput penumpang yg naik dr agen itu. Perjalanan di lanjutkan, lepas dr kota Solok, hamparan pegunungan Bukit Barisan menemani perjalanan kami, sungguh pemandangan yang menyejukan mata.Pak AL pun menunjukan kemahiran mengemudinya, tiap lawan, baik truk ataupun AKDP dan AKAP yg ada di depan kami pun berhasil dilewatinya, kemampuan MB Intercooler sangat ampuh di jalur ini. Sekitar pukul 19.45 pun kami tiba di peristirahatan di RM Dua Saudara di daerah Sungai Betung, pukul 20.30 kami melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya, rute sepanjang kira2 300-400Km antara Sungai Dareh Sumbar hingga kota LubukLinggau di Sumsel, jalan yg ditempuh adalah jalan lurus dan naik turun, seperti gelombang. MB Intercooler menunjukan kebolehannya sepanjang jalur lurus ini, ditambah susupensi yg sangat nyaman membuat bus yg melaju dgn kecepatan tinggi tetap stabil, beberapa kota yg dilalui adalah Muaro Bungo, Bangko, dan Sarolangun. Sekitar pukul 02.00 kamipun tiba di kota Lubuk Linggau, beberapa penumpang mengakhiri tujuan dikota ini. perjalanan pun berlanjut, sy pun kembali duduk di bangku CD setelah beberapa saat tidur karena kelelahan setelah menempuh perjalanan jkt-Padang kemarin. Selepas dr kota Lubuk Linggau, rute jalan mulai menyempit diikuti jalan yg berkelok2, namun pak AL yg nampak sudah sangat paham dgn jalur ini mampu mengatasinya. pukul 03.15 kami tiba di kota Curup, sebagian penumpang turun disini, sehingga penumpang yg tersisisa bisa dihitung dgn jari.setelah melewati kota Curup di Kab. Rejang Lebong,  rute jalan makin berkelok2 dgn tikungan yg cukup tajam, hingga begitu tiba di daerah kepahyang dgn jalan yg sangat berkelok2 dan sempit, di tambah tikungan yg patah membuat beberapa penumpang mual dan menumpahkan isi perutnya dlm sebuah kantong plastik..he he he......
mungkin dr rute inilah kata "mabuk kepahyang" dikutip oleh sebagian org sampai sekarang. pukul 05.00 kami pun tiba di tujuan akhir kami di kota Bengkulu, saya pun menngucapkan terima kasih kpd pak AL dan bang isson yg mau "ngobrol" banyak ttg Putra Rafflessia. saya pun bertepuk tangan dlm hati karena merasa sangat puas dgn performa bus yg saya naiki.
 
berikutnya...hinting tiket menuju Jakarta di kota Bengkulu....

Lanjut lagi ah.....
 
Bengkulu kito Setelah sampai di Kota Bengkulu, sy langsung pesan tiket utk kembali kejakarta, tapi ternyata utk keberangkatan hari itu sudah full s/d tgl 25 Juni, wah pantes, ternyata musim libur sekolah sudah tiba. Saya lalu memutuskan utk ke agen SAN yg hanya berjarak sekitar 100 meter dr agen PR, sesampainya disana, jawaban yg sy terima dr agen ticketing itu pun sama, yaitu full seat, hmmm......lalu sy teringat masih ada 2 PO lag tujuan ke Jakarta yaitu CSH 88 dan PO Bengkulu Kito, sy pun memutuskan utk menyambangi PO2 tsb, didlm perjalanan, sy teringat perjalanan via lintas barat g eksotis, sy tanya ke beberapa agen bahwa yg melalui lintas barat hanya PO Putra Rafflessia dan Bengkulu Kito, sedangkan CSH 88 dan SAN via Lubuk Linggau. Saya memutuskan utk ke Pool Bengkulu Kito di daerah Tanah Patah kota Bengkulu, sy langsung bertemu dgn ticketingnya, mba Mia, sy langsung tanyakan apakah masih ada bangku kosong utk keberangkatan hr ini, dia menyruh utk menunggu sesaat, karena dia akan menghubungi agen di kota Manna, sejurus kemudian dia berkata bahwa masih ada yg kosong, yaitu seat no.7, langsung sy pesan saat itu juga, karena keberangkatan jam 09.30, tarif 250rb. tepat pukul 9.30 bus Bengkulu Kito dgn Karoseri Intalan MB 1521 dgn no.pol BD 7907 AN dgn sopir 1 Zulhendry, sopir 2 Pak Iin, serta kernet mas Tono pun meluncur keluar kota Bengkulu, selepas batas kota, langsung saja kami di sambut jalan yg menyempit, hanya cukup utk 2 kendaraan saja, sehingga kecepatan maksimal sekitar 50-60 km/jam, ini dikarenakan banyaknya aktivitas masyarakat dan kendaraan bermotor yg lalu lalang. Jalur sempit dan berkelok pun masih setia menemani kami, kota pertama setelah kota bengkulu adalah kota Tais di Kab. Seluma, bus tetap melaju santai diiringi jalur berbukit dan hutan, tidak jarang kami berhenti karena berpapasan dgn truk atau kendaraan pribadi yg berlawanan arah dgn kami, sempitnya jalur yg menyebabkan hal ini terjadi, kadang2 kami harus keluar dr aspal utk menghindari crash dgn kendaraan2 tsb. pukul 14.00 tiba di kota  Manna, beristirahat sejenak di sebuah warung makan di dalam kota, sempat berpikir, kok istirahat makan di RM yg tidak terlalu besar dan bus pun parkir di sisi jalan. sekitar 20 menit istirahat, kami pun melanjutkan perjalanan, sempat mampir di agen yg ada di kota itu utk menjemput beberapa penumpang disana. perjalanan pun di lanjutkan, rute jalan masih sama, jalur yg sempit dan jalan yg berkelok2 diiringi keluar masuk hutan masih setia menemani kami, tapi sangat menyenangkan begitu terlihat pemandangan laut yg ada di sisi kanan kami, tidak jarang kami berjalan di sepanjang jalur pantai yg hanya berjarak 50-100 meter dr badan jalan, sagat menakjubkan pemandangan disini, selain itu ada yg menarik yg sy temui sepanjang perjalanan di lintas barat ini, yaitu warga sekitar yg menjajakan buah durian, bus pun sempat berhenti karena sang sopir dan beberapa penumpang ingin membelinya, sang sopir berkata kpd sy, bahwa durian ini mereka dpt di halaman atau kebun mereka, "cuma tinggal nunggu jatuh aja" kata sang sopir.  Perjalanan pun di lanjutkan, pemandangan tepi laut membuat sy tetap terjaga sepanjang perjalanan, tapi sayang, hari pun berganti malam, pemandangan yg indah ini harus tertutupi gelapnya malam, tp dgn sgt jelas masih bisa sy lihat riak dr ombak tepi laut di sisi kanan saya...
 
tibalah di pebatasan Bengkulu Selatan - Lampung Barat, ditandai dgn sebuah pos polisi berukuran kecil dgn keterangan tapal batas disitu, dan langsung saja kami di sambut sebuah belokan tajam dan menanjak di sertai jalan yg cukup rusak, cukup curam tanjakannya, sy pun sempat tegang karena bus hanya bisa melaju perlahan di jalan menanjak dan rusak ini, sang sopir berkata" ini tanjakan Manula namanya", sy bertanya kenapa, dia jawab, di sekitar sini, ada makam tua seorang sesepuh yg bernama Manula, cukup angker, banyak truk atau bus yg terperosok karena curamnya jalan, bahkan tidak sedikit yg masuk jurang di sisi jalan, "sudah banyak bangkai truk dan kendaraan lain di jurang ini mas", kata pak Iin, sopir ke-,sy pun terdiam dan terhentak. Dia lalu menambahkan, "masih ada lagi mas di depan, namanya yanjakan Tebing Batu, yg ini lebih curam", dan benar saja, tak lama kemudian, diawali kembali dgn tikungan yg cukup tajam, tanjakan tebing batu kami lalui, sempat merinding melihat curamnya jalan yg menanjak, tapi alhamdulillah bisa kami lewati, namun ketegangan belum selesai, disisi kana dan kiri jalan kami sangat gelap gulita, hanya hutan yg menemani kami saat itu, ternyata, setelah sy melihat ada sebuah papan petunjuk, barulah sy sadar bahwa kami sedang melewati Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, cukup menakjubkan. sekitar 40 menit kami melewati gelapnya hutan lindung TNBBS, dan akhirnya kami berhasil melewatinya, di sepanjang perjalanan, sy juga jaran menemui SPBU, hanya pengecer BBM yg berjajar di sepanjang jalan, kalaupun ada, hanya ada di ibukota kabupaten, itu pun kadang2 sudah habis, kami pun sempat membeli Solar yg di -ecer di pinggir jalan, itu pun terpaksa, daripada kehabisan solar di tengah jalan, kata sang sopir,  sekitar pukul 22.00 tibalah kami di kota Krui Lampung-Barat, langsung menuju kota selanjutnya, kembali selepas batas kota krui kami disambut dgn jalur tanjakan dan hutan, masih dgn jalur yg sempit, selepas dr hutan tersebut kota Liwa menyambut kami, di kota itu bus kami beristirahat di RM Sahabat Utama, sy pun segera memesan makan da di temani segels teh manis panas, karena udara di kota ini cukup dingin, di tambah dengan kabut yg mulai turun dan menyelimuti kota ini. Teryata ada masalah yg pd bus kami, pompa solar nya macet, sehingga harus perbaikan dulu sebelum melanjutkan perjalanan, sekitar 3 jam para kru membetulkan kerusakan pd bus nya, mereka pun terlihat sangat lelah, karena belum makan, setelah selesai perbaikan, para kru pun langsung melahap menu yg ada di meja mereka. Perjalanan pun di lanjutkan, kali ini rute yg di lalui menurun. padapukul 06.00 pagi kami pun tiba di kota bukitkemuning, yg merupakan pertemuan jalur lintas tengah Sumatra. selepas kota Bukitkemuning, rute jalan sudah agak lebar, sehingga mesin MB 1521 pun di pacu...
 
tanpa terasa saya tertidur dan di bangunkan penumpang yg lain, ternyata sudah masuk RM Begadang IV di Tarahan Lampung, karena perut yg kosong, sy pun memesan nasi bungkus. Pukul 13.00 kami pun tiba di Pelabuhan Bakauheni dan langsung masuk kapal, jam 16.00 kami pun merapat di pelabuhan Merak dan melanjutkan perjalanan menuju kota Jakarta, langsung di sambut kemacetan ibukota, jam 18.30 pun sy turun di Rwmangun dan langsung menuju rumah....
 
Akhir kata, terima kasih sy ucapkan kepada seluruh teman2 dr JakBuS yg telah memberikan dukungan Moril kepada saya sepanjang touring sy kali ini, tak lupa juga kepada Allah SWT, atas rahmat nya, sy selalu di berikan kesehatan sepanjang perjalanan.
 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana