REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

Ke Jakarta Aku Kembali …Bersama PO. RAYA…

Raya Exe28Sabtu tanggal 12 Desember yang lalu, bertepatan dengan agenda JAKBUS dan rekan-rekan penggemar bis lainnya dalam acara kunjungan ke Laksana, sepulang dari situ  saya dan rekan rekan Jakbus menjajal RAYA seat 28.
Setelah acara di Laksana selesai beberapa rekan-rekan pulang ke daerah masing-masing dengan berbagai angkutan yang ada. Kebetulan saya sendiri  Mas Yudi, Mas Wiwid dan Mas Budi kembali ke Jakarta dengan menggunakan bis. Akhirnya kami menyambangi terminal Banyumanik Semarang  dengan terlebih dahulu menumpang bis bumel Sri Sejati tujuan Semarang.
Di terminal Banyumanik ini walau terminal kecil namun banyak juga agen-agen bis tujuan Jakarta.Sempat kebingungan mau naik bis apa, inginnya sih naik yang berangkat lebih awal. Setelah tanya-tanya di salah satu agen ternyata rata-rata bis tujuan Jakarta berangkat jam 18.30. Setelah aga lama berdiskusi tentang bis yang akan  dinaiki akhirnya diputuskan bis yang akan mengantar kami adalah Po Raya Executive 28 Seat Mercedes Benz tujuan Lebak Bulus – Ciledug. Masih tersisa beberapa seat kosong termasuk seat no 1-2, karena alasan kebersamaan akhirnya dipilih no seat 17-18-19-20 paling belakang, berharap bisa istirahat dalam perjalanan nanti. Masih agak lama menunggu sekitar ± 3 jam kami pun sempatkan berbelanja oleh-oleh di kota Semarang ini.
Waktu menunjukan pukul 18.00 waktu Semarang, bis-bis tujuan Jakarta sudah banyak yang melewati terminal Banyumanik. Akhirnya tepat pukul 19.15 Raya kami pun datang, molor sekitar 45 menit dari jadwal semula. Dengan body Laksana Panorama 3 Raya ini terlihat rapih dan bersih. Konfigurasi seat 2-2 berjumlah 28 seat lengkap dengan Leg Rest dan Rec seat. Kami pun masuk ke dalam dan duduk di seat yang telah dipilih. Tak lebih dari 5 menit pun bis berjalan perlahan meninggalkan terminal Banyumanik. Ternyata Raya ini tidak menaikkan penumpang lagi  walau masih ada sekitar 10 seat yang kosong termasuk seat 1-2 di depan. Bisa di tebak..Mas Yudi dan Mas Budi akhirnya pindah di depan tak lama berselang Mas Wiwid pun ikut duduk di CD depan. Akhirnya saya sendiri di belakang menikmati sisa-sisa panorama malam kota Semarang. Menyusuri kota Semarang secara perlahan karena memang malam minggu kondisi lalu lintas menjadi padat, dan akhirnya masuk Tol di GT Tembalang. Di dalam Tol kondisi lalu lintas lancar  dengan di temani beberapa bis AKAP lainnya. Raya melintas di Tol Semarang dengan kecepatan standar dalam kota. Tak begitu lama melintas di dalam Tol akhirnya keluar Tol di GT Manyaran untuk seterusnya keluar kota Semarang menuju Kendal. Kondisi lalu lintas ramai lancar walau kadang tersendat sesaat karena banyaknya bis-bis Bumel dan juga angkutan kota yang mencari penumpang.
@ RM PantesPukul 20.48 Raya berhenti di RM. Pantes daerah Kendal semua penumpang dan Crew turun untuk  makan malam dan rehat sejenak. Menu yang disajikan di RM Pantes ini terbilang cukup enak  dan harga yang tidak terlalu mahal. Berhenti sekitar 30 menit dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju Jakarta. Kendali Raya kali ini dipegang oleh supir kedua. Mas Wiwid akhirnya pindah ke belakang dan memilih untuk tidur setelah menyantap makanan di RM Pantes tadi, diikuti oleh crew Raya yang juga istirahat di belakang. Raya dipacu cukup kencang ini alasan saya untuk tetap “melek” karena tergoda dengan aksi-aksi khas jalur Pantura. Jalan Pantura kota Kendal ini diramaikan oleh beberapa truk-truk menuju barat. Raya dengan lihai di pacu terus menyelip di antara iring-iringan truk. Beberapa saat kemudian tiba di daerah Gringsing , Raya tidak mengambil jalur kiri melainkan lurus melewati Alas Roban jalur lama. Ini yang membuat saya akhirnya pindah ke seat CD.
Jalur Alas Roban ini dikanan kiri masih terdapat hutan dan minim penerangan jalan untuk itu perlu kewaspadaan ekstra jika melintas di jalur ini pada malam hari. Bersama iring-iringan truk Raya melaju di Alas Roban , Raya mampu menyalip semua truk di jalur ini dengan kelihaian Supir ke-2 Raya. Kadang terlibat aksi tempel dengan mobil travel yang juga  melintas di jalur ini. Beberapa saat kemudian kembali pertemuan arus  jalur Pantura yang artinya jalur lama Alas Roban telah berakhir dan saatnya kembali ke Pantura. Kondisi lalu lintas masih ramai dengan truk-truk besar  dan beberapa bis AKAP tujuan Jakarta. Raya seperti tidak pernah kehabisan nafas tanpa jeda satu persatu truk di lalui tanpa rintangan berarti. Sebelum memasuki kota  Batang bertemu dengan salah satu AKAP Proteus berstriping hijau asal Wonogiri, aga sulit mendahului bis ini karena beberapa kali diselip dengan mobil pribadi dan juga travel. Mengambil timing yang tepat akhirnya bis ini dapat dilalui melalui jalur kiri yang menurut saya sangat tidak aman karena kondisi jalan yang menikung ke kanan, beruntung acara salip menyallip ini dapat diselesaikan dengan baik.
RAYAPukul 22.00  tiba di kota Batang . Sdr Pande SMS ke saya mengabarkan bahwa dia ada di depan. Seperti tau keinginan saya untuk mengejar Sdr Pande supir 2 Raya ini terus memacu bis nya tanpa ampun. Satu persatu bis AKAP yang sejalur di lalui. Kondisi jalan yang bergelombang mengakibatkan bis ber-ayun, dengan dukungan chasis yang baik  menambah seru saja aksi di jalur ini. Permainan lampu DIM dan klakson  menjadi pengiring lajunya Raya.
Pukul 22.30 akhirnya bertemu bis Temanggung ber-livery khas gajah yang dinaiki Sdr Pande, dan tanpa menunggu bis tersebut dilalui  melalui jalur kiri. Selepas kota Pekalongan bis dipacu kembali menyusul bis-bis dan juga truk yang ada di depan. Memang tidak semua bis dan truk mudah untuk dilalui namun dengan perhitungan yang tepat dan juga kelihaian sang Driver semua bisa teratasi dengan baik. Dan salutnya semua peraturan lalulintas dipatuhi termasuk traffic light.
Pukul 23.30 memasuki daerah Tegal, mata saya sudah agak lelah akhirnya saya pindah ke belakang dan mengamati lajunya Raya ini dari seat 23. Dan disini sudah mulai berpapasan dengan bis AKAP dari Jakarta tujuan timur. Raya Panorama 3 ini terus memacu lajunya  melalui kota Tegal.  Tiba di Brebes bis-bis AKAP jalur selatan sudah mulai bergabung dengan aksi jalur Pantura. Terutama bis-bis dari Purwokerto dan sekitarnya yang banyak terlihat.
Pukul 02.00 Raya memasuki daerah Patrol, beruntung jalur Pantura Cirebon - Cikampek tidak dihadang macet yang biasa nya sering terjadi. Dengan kecepatan tetap perkiraan Raya masuk Cikampek adalah pukul 03.00. Benar saja jam 3 dini hari Raya memasuki GT Cikopo untuk terus ke Jakarta. Di Dalam Tol beriringan dengan beberapa bus jarak dekat yang sama – sama ke Jakarta dan sekitarnya. Kondisi lalu lintas cukup lancar tak membutuhkan waktu lebih dari 1 jam Raya memasuki Tol JORR Jakarta menuju Lebak Bulus.
Tepat pukul 04.15 Raya tiba di Lebak  Bulus  dengan bersama-sama bis AKAP lainnya. Kami pun harus berpisah dengan Raya di sini, setelah berpamitan dengan Crew  kami mencari angkutan  masing-masing untuk pulang dan Raya melanjutkan ke Ciledug. Terasa masih kurang laga Pantura yang diberikan Raya, kebayang jika tidak di “ joss “ mungkin jam 06.00 pagi baru tiba di Jakarta. (Tony Supriyanto)

 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana