REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

PERJALANAN SURABAYA – BOGOR DENGAN PO. PAHALA KENCANA

Bagus Satrio Utomo
Reportase Oleh Bagus Satrio Utomo untuk JakBuS.com
 

Pahala KencanaKamis 19 Februari 2009 jam 14.00 siang, saya sudah berada di terminal Bungurasih Surabaya dan langsung menuju loket no. 1 yaitu agen Bis Pahala Kencana (PK). Setelah 2 hari di Surabaya, hari itu saya harus kembali ke Jakarta dan tentunya harus naik bis nih pulangnya. Namun karena ada keperluan dulu di Bogor, makanya saya naik bis yang trayeknya ke kota hujan tersebut. Toh rumah saya kan di Cibubur jadi gak terlalu jauh dari Bogor. Yang saya tahu memang ada beberapa bis dari Surabaya ke Bogor seperti Lorena, karina, Pahala Kencana ataupun Rosalia Indah. Tapi akhirnya Pahala Kencana yang saya tumpangi karena memang kebetulan belum pernah saya tumpangi dan saya bisa dapat tempat duduk no. 1C di depan.
 
Bis Pahala kencana bernomor polisi B 7789 IV dan no bis HT 607 bermesin Mercedes Benz serta berkaroseri RoyalCoachE keluaran Adiputro ini sudah berada di lintasan pemberangkatan bis ke Jakarta dengan diapit oleh Kramat Djati yang juga ke Jakarta dan Tiara Mas jurusan Sumbawa. Tepat pukul 14.30 bis dengan kapasitas 32 tempat duduk ini, saat itu hanya terisi 10 penumpang melaju perlahan meninggalkan terminal Bungurasih terus menuju Jl. Arjuna yang juga merupakan tempat beberapa agen bis tujuan Jakarta seperti Lorena, Kramat Djati, Rosalia Indah maupun jawa Indah.  Jam menunjukkan pukul 15.00 ketika tiba di sana dan hujan sangat deras di Surabaya sore itu, naik 4 penumpang dari sini.
 
Kemudian bis melaju meninggalkan Surabaya menuju Gresik dengan di sertai hujan deras sepanjang perjalanan hingga tiba di terminal Gresik Karena ada 2 penumpang lagi yang akan naik. Awak bis mulai membagikan 1 buah roti dan 1 air minum ukuran 500ml kepada semua penumpang. Sambil diiringi lagu karaokenya  Broely Pesolima di layar TV serta dinginnya ac bis ini, saya sangat menikmati perjalanan ini tentunya dengan pandangan yang luas karena saya duduk di depan dan juga ini pertama kali lagi saya menikmati perjalanan dari Surabaya menyusuri Pantura menuju Bogor.  Hingga ada 3 penumpang lagi yang naik dari agen di pinggir jalan menuju Tuban (saya lupa daerahnya).
 
Pukul 18.10 bis sudah sampai di RM. Taman Sari Tuban untuk istirahat dan juga sudah ada 2 bis PK di RM. Taman Sari TubanPahala Kencana yang lainnya. Saya mendapat service makan dari PK dengan menu soto ayam, ayam goreng dan kentang pedas di oseng, sambil menikmati teh panas hangat. Selesai makan dan sholat Magrib saya bergegas kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan. Di RM ini tidak ada bis lagi kecuali PK yang saat itu ada sekitar 10 yang sedang istirahat. Jam 18.45 bis PK saya berangkat kembali menuju Jakarta dan Bogor, mata mulai mengantuk tapi saya berusaha tidak untuk langsung tidur karena saya ingin menikmati perjalanan ini terutama di jalur pantura antara Tuban hingga Semarang. Tidak banyak bis yang saya jumpai hanya truk – truk besar yang berjalan beriringan dengan jalur 2 arah yang sempit ini. Dengan lihainya pak sopir benar – benar memanjakan saya bagaimana dia mengemudikan bis PK ini sambil sesekali menghisap rokoknya untuk menyalip, mengklakson, mengerem hingga membawa bis ini benar – benar berjalan dengan sangat cepat di jalur pantura ini. Berapa kali harus berhenti agak lama karena ada beberapa jalan yang rusak dan sedang di perbaiki.
 
Setelah melewati Rembang, Pati, Kudus, Demak sekitar pukul 23.00 sudah memasuki daerah Semarang.. tiba – tiba terdengar cessss…. Pak sopir langsung menepikan bis ke pinggir jalan dan beberapa penumpang terbangun dari tidurnya sebab ban belakang bis ini kempes.Dengan dibantu mas kernetnya yang sigap bersama pak sopir mengganti ban yang kempes dengan ban cadangaanya. Disinilah artinya sebuah keterikatan, kerjasama serta persaudaraan diperlihatkan sesama awak bis PK yang lainnya hingga satu persatu bis PK yang lewat langsung berhenti menepi untuk membantu memberi pertolongan pada bis PK yang saya tumpangi.  Satu jam kemudian selesai sudah penggantian ban dan secara beriringan ada 5 bis PK berjalan bersama dengan formasi 2 sejajar  di depan dan 2 sejajar di belakangnya serta 1 bis paling belakang adalah bis PK saya. Coba kalau ada handycam pasti keren banget kalau di ambil gambarnya…..  terasa saat itu jalanan hanya milik Pahala Kencana.
 
Pahala KencanaSelepas kota Tegal semua bis Pahala Kencana mengisi solar di SPBU secara berurutan dan disitu juga sudah ada petugas dari PK yang mencatat dan memeriksa pengisian solar tersebut. Memasuki Tol Kanci menuju Pantura Jawa Barat ada penggantian sopir yang akan meneruskan perjalanan ke Jakarta dan Bogor. Saya pun tertidur hingga terbangun sudah berada didaerah Pamanukan.  Sekitar jam 06.00 pagi bis masuk ke RM UUN di daerah Sukamandi untuk beristirahat kembali. Saya pun hanya memesan mie rebus hangat dan sebotol air minum. Kemudian bis lanjut kembali, sepanjang jalan menuju cikampek sudah dipenuhi masyarakat yang akan beraktivitas seperti bekerja maupun anak sekolah hingga bis juga berjalan dengan penuh hati – hati.
 
Sebelum memasuki tol cikampek ada 3 penumpang yang turun, dan ada 1 orang yang naik ke bis PK saya yaitu salah satu pengemudi bis PK juga. Mereka terlibat pembicaraan yang sangat serius tentang operasional Pahala Kencana ini. Pukul 09.00 bis sudah berada di terminal Rawamangun dan hamper sebagian penumpang turun disini begitu juga yang akan ke  Lebak Bulus, sehingga tinggal ber4 saja yang akan ke Bogor. Memasuki tol layang terus ke Jagorawi bis berjalan tidak terlalu cepat untuk menuju Bogor. Ternyata bis PK yang saya naiki ini harusnya ke Blitar tapi sudah 2 malam ada di Malang hingga baru sekarang lagi jalan dan harus menuju Bogor. Akhirnya tepat pukul 10.30 saya sampai di Bogor dan turun di depan toko buku Gramedia dan melihat body bis Pahala Kencana yang sudah penuh debu serta  kotor menuju terus berjalan di ramainya kota Bogor.
 
Sungguh perjalanan yang mengasyikkan dan menyenangkan……. kan mottonya Pahala Kencana adalah  “The Art of Living”……….tk


 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana