REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

Situ Cileunca

Erro

Reportase oleh Erro Kertapati untuk JakBuS.com

 

SituSebagian orang mungkin masih asing dengan objek wisata yang satu ini dikarenakan lokasinya yang jauh dan jalan yang sangat sempit menuju kesana. Hari minggu kemarin saya berkesempatan mengunjungi objek wisata ini setelah diajak oleh mas Yudi. Situ Cileunca berada 45 KM sebelah selatan Kota Bandung dan 185 KM dari Kota Jakarta, Situ Cileunca berada di ketinggian 1550 M dpl dan dikelilingi oleh dua perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PTPN VIII, Situ Cileunca letaknya tak jauh dari kecamatan Pangalengan, genangan air seluas 180 hektar ini diapit oleh dua Desa yaitu Desa Wanasari dan Desa Pulosari.

 

Arum JeramMenurut sejarah Situ Cileunca merupakan kawasan pribadi seorang warga Belanda bernama Kuhlan yang dulu menetap di Pangalengan. Dalam pembangunannya Situ Cileunca dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 7 tahun ( 1919 – 1926 ) dengan membendung aliran sungai kali Cileunca, sehingga terbuatlah sebuah situ yang akhirnya menjadi sebuah bendungan yang sekarang diberi nama Dam Pulo. Uniknya dalam pembangunan Situ Cileunca ini berdasarkan cerita para orang tua dahulu situ ini dibangun oleh banyak orang tetapi tidak menggunakan cangkul tetapi mengunakan halu. Pembangunan Situ Cileunca ini dikomandoi oleh dua orang pintar yakni juragan Arya dan Mahesti.

Pada zaman Kolonial Belanda Situ Cileunca digunakan sebagai salah satu sumber listrik bagi kota Bandung, selain itu juga debit airnya juga digunakan sebagai cadangan sumber air bersih bagi kota Bandung dikala itu dengan kapasitas air 9.89 juta M3.

ArumJeramBagi para wisatawan domestic objek wisata Situ Cileunca ini merupakan salah satu sarana pelepas penat setelah selama satu minggu beraktifitas, dengan harga yang terbilang sangat murah yaitu Rp 3.000/ orang parawisatawan dapat menikmati keindahan Situ cileunca, dan jika kita ingin mengelilingi Situ Cileunca serta melihat tanaman strowberry kita dapat menggunakan perahu yang terdapat di pinggiran Situ tersebut dan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5000/orang para pemilik perahu akan mengantarkan kita melihat pemandangan alam yang terdapat di Situ Cileunca.

SoftgunSelain kita dapat mengelilingi Situ Cileunca dengan menggunakan perahu, kita juga dapat menguji adrenalin kita dengan olah raga Rafting, mengarungi sungai Cileunca sejauh 4 – 5 KM tentu dengan didampingi oleh seorang instruktur. Tetapi harga yang dikenakan untuk olah raga rafting ini terbilang cukup mahal karena kita harus merogoh kocek agak dalam yaitu sebesar Rp 250.000/orang, selain fasilitas Rafting ada satu lagi permainan yang tidak kalah dalam memacu adrenalin yaitu permainan Air Soft Gun dimana bagi sebagian orang tentu permainan ini sangat seru sekali karena senjata yang digunakan oleh para operator permainan ini yaitu skala 1:1 yang sudah barang tentu bagi kita orang awam  serasa menjadi seorang TENTARA sungguhan atau bahkan seoraang TERORIS. Permainan Air Soft Gun ini dikenakan biaya oeh operator sebesar Rp 125.000 untuk SMG ( senjata otomatis )dan Rp 75.000 untuk yang manual. Sayang saya tidak jadi berperang dengan Mas Yudi dikarenakan hari sudah sore dan diguyur hujan, padahal saya sudah ingin menembak Mas Yudi dengan senjata serbu AK 47, next time kita pasti berperang Mas Yudi.Hehe…  

tempurJika kita hanya bercerita tentang Situ Cileunca tetapi kita belum pernah mengunjunginya sudah barangtentu rasanya kurang afdol karena panorama alam yang ditawarkan oleh Situ Cileunca sangat indah serta hijaunya perkebunan the Malabar dan tiga gunung yang berdiri dengan kokoh yaitu gunung Malabar, gunung windu, serta gunung wayang.

Demikian reportase saya untuk teman – teman, terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Allah SWT yang telah memberikan keselamatan ketika perjalanan menuju lokasi sampai dengan pulang ke rumah, thanks to Mas Yudi yang sudah mengajak saya, thanks to Mas Adi, Pa Nanang dan Kang Aban ( Crew Suryalangit ).
 
 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana