REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

Harga Sebuah Kenyamanan Bersama PO. RAYA

Kemplu

Reportase oleh Bernardinus "Kemplu" untuk JakBuS.com

 

SupertopBagi penikmat bus malam jurusan Solo-Jkt dan sebaliknya, mungkin tak asing lagi dengan PO yang satu ini. Sebuah PO yang menawarkan sebuah kenyamanan kepada penumpangnya, baik bagi yang baru pertama kali maupun yang sudah lama menjadi langganan. Bagi yang belum pernah naik bus yang satu ini, harga tiketnya terasa akan sangat tinggi dibanding dengan PO-PO yang lain dengan jurusan yang sama, dan mungkin dengan fasilitas yang lebih. Karena penumpang harus merogoh kocek sebesar Rp. 175.000,- untuk kelas Executive dan Rp. 200.000,- untuk kelas Super Top. Tapi buat seorang Raya mania seperti penumpang-penumpang yang lain dan saya, merogoh kocek sebesar itu memang sudah sebanding dengan kenyamanan yang diberikan. Tapi semua itu dikembalikan lagi kepada para penumpang sendiri tentang arti sebuah kenyamanan bagi mereka. Karena fasilitas kenyamanan yang diberikan sebuah PO akan dinilai kembali oleh para penumpang itu sendiri. Nyaman atau tidak…

 

InteriorCiri khas dari PO. Raya adalah fasilitas seat yang hanya 6 baris dalam bus Executive ( 24 seat ) dan bus Super Top ( 18 seat ), diadopsi dari seat DC-10. Akan membawa sebuah kenyamanan lebih untuk penumpang di dalamnya. Body bus balutan karoseri Laksana yang sedikit gambot tidak seperti bus-bus lain dikarenakan mengusung seat-seat DC-10 di dalamnya yang super lebar, dan lagi ciri khas lain adalah kaca depan yang masih memakai model belah dan wiper tegak/berdiri. Mungkin bila fasilitas Video tidak dihilangkan, akan terasa lebih lagi. Satu lagi kenapa para Rayamania menjadi jatuh cinta, karena bila menjelang hari raya Lebaran tiba, PO. Raya termasuk salah satu PO yang benar-benar mematuhi kenaikan tuslah pemerintah untuk harga tiketnya.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru seperti biasa saya menyempatkan diri lagi untuk mencicipi kenyamanan Raya sambil pulang kampung. Dengan mengantongi tiket Super Top II dengan nopol AD 1437 DG ( kalo gak salah ). Senin, 21 Desember 2009, sekitar jam 16.00 dari Grogol menuju pool Raya di Cakung. Sampai di pool beberapa bus Raya sudah diberangkatkan. Jadwal Super Top I yang biasa berangkat pukul 17.30 kali ini berangkat pukul 18.30, disusul bus yang saya tumpangi Raya Super Top II dengan body Laksana Panorama-3 nya jam 19.00 tepat, yang merupakan bus Raya terakhir yang jalan dari pool cakung.

Interior1Masuk tol Cikampek yang relative lengang mungkin karena hari Senin bus membelah sepanjang tol jkt-cikampek, keluar tol cikampek pukul 19.53. Pukul 20.58 sampai di RM Markoni dan istirahat untuk makan malam. Sesudah itu lanjut kembali membelah malam di sepanjang Pantura, jalanan sedikit tersendat di daerah sebelum Losari karena peninggian jalan. Rencana yang semula ingin melihat laga pantura tetap tak bisa terpenuhi karena seat yang sudah membentang mengajak tidur, dan akhirnya saya tertidur pulas. Bus masuk terminal Tirtonadi Solo jam 05.30, lebih cepat dari perkiraan saya yaitu sekitar jam 6 keatas.

Senin, tanggal 29 Desember 2008 tiba waktunya harus kembali lagi ke Jakarta. Dengan tiket Raya Executive seri E jurusan Solo-Lebak Bulus-Ciledug, pukul 16.30 bus meluncur dari terminal Tirtonadi. Seperti biasa rencana ingin menikmati laga pantura tidak tercapai karena terbius kembali oleh seat bus Raya ini. Arrgggghhh….Akhirnya sampai terminal Lebak Bulus pukul 04.30 dan bus melanjutkan lagi ke Ciledug.

Ada satu hal yang membuat saya dan penikmat-penikmat Raya sedikit kaget karena PO ini ternyata sekarang ‘ngebut’ di jalan. Saya sendiri tidak tahu apa karena dari kebijakan management atau memang sang driver yang membawanya. Bagi yang suka ‘speed’ bisa mencoba melihat laga pantura bersama Raya dengan catatan tidak terbius dengan kenyamanan seatnya.

Selamat buat PO. Raya yang masih tetap diminati oleh para Raya mania, walau sekarang sudah banyak sekali PO-PO yang menawarkan fasilitas yang lebih menjanjikan. Tetapi Raya masih banyak peminat dengan Raya mania nya.
Selamat….

 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana