REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

REUNI BUS KLASIK Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang "Dalam cat...

Manunggal Ing Jiwo

Manunggal Ing Jiwo Seorang pelaku dunia usaha transportasi bus pernah ...

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1) Tak lebih dari satu jam menunggu,...

  • REUNI BUS KLASIK : Berkumpul, Mengenang dan Bersenang-senang

    Monday, 04 April 2011 16:54
  • Manunggal Ing Jiwo

    Friday, 15 April 2011 01:16
  • Satu Trip Dua SR-1 Terlampaui (Bagian 1)

    Sunday, 08 May 2011 08:11

Catatan Perjalanan Jakarta-Kebumen 2008

Bayuaji Sudibyo
Oleh Bayuaji Sudibyo untuk JakBuS.com


Terminal Bus PulogadungTak terasa tahun 2008 telah sampai di penghujung. Perjalanan Jakarta-Kebumen pun menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas yang harus dijalankan. Capek, sumpek, kemacetan, calo, ataupun semrawutnya terminal Pulogadung seolah hilang begitu naik di atas bus.


Wajah Terminal Pulogadung bisa jadi merupakan gambaran buruknya layanan kepada masyarakat. Bagi calon penumpang menunggu bus di Pulogadung benar-benar tidak nyaman. Kondisinya yang kotor, tak terawat, genangan air di mana-mana akibat buruknya drainase plus tidak ada tempat berteduh saat hujan, benar-benar membuat calon penumpang tersiksa. Saya berharap Pemda DKI, segera merealisasikan terminal bus AKAP yang nyaman dan aman. Rencana kepindahan pembangunan terminal terpadu sangat ditunggu calon penumpang. Kalau pun belum terwujud, saya berharap Pemda DKI segera merenovasi dan menata terminal Pulogadung, minimal dalam kondisi terawat, bersih, dan ada tempat berteduh saat hujan, serta ada perbaikan drainase.

Suasana terminal P.GadungTerminal Pulogadung, yang bagi sebagian orang menjadi semacam momok, ternyata menyimpan banyak sisi baik. Gambaran calo-calo terminal yang garang ternyata tidak sepenuhnya benar. Bila kita sering berinteraksi, ternyata banyak diantara mereka merupakan pribadi-pribadi yang ramah. Dalam beberapa kali kesempatan, saya yang kebetulan lagi tidak sreg naik bus yang ditawarkan, dengan sukarela si calo menawarkan bus lain yang lebih baik, meski bus tersebut belum berada di jalur pemberangkatan. Bahkan ketika saya pengen naik bus dari PO lain, si calo pun tidak menghalanginya. Sepanjang 2008,  lebih dari 50 kali perjalanan Jakarta-Kebumen telah dilalukan. Perjalanan yang melelahkan, tetapi memberi banyak arti. Perjalanan yang senantiasa saya tunggu. Praktis dari Pulogadung saya hanya menggunakan 4 PO yaitu: Sinar Jaya, Sumber Alam, Malino Putra, dan Lorena. Dari keempat PO tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang pasti, awak bus ke-4 PO tersebut sangat disiplin terutama dalam hal menaikkan penumpang hanya dari agen atau terminal saja. Namun demikian nilai plus saya berikan kepada PO Malino Putra. Pengemudi bus PO. Malino Putra senantiasa memakai jas dan berdasi. Selain itu bila akan berhenti istirahat atau berhenti di SPBU, kru bus senantiasa memberi pengumuman. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah keramahannya. Sepertinya ada standarisasi untuk awak bus dalam melayani penumpang. Hal yang sama juga saya temui dengan petugas loket PO. Malino Putra memang tidak start dari Terminal Pulogadung. Bus ini berangkat dari agen di depan Pulogadung Trade Center (PTC). Persisnya di sebelah pool PO Raya, Jl. Raya Bekasi. Untuk bus reguler tujuan Purworejo, dari agen depan PTC bus berangkat sekitar pukul 20.00WIB. Untuk tujuan Purworejo, bus yang ditawarkan adalah bus AC Toilet seat 3-2. Selain Purworejo, PO. Malino Putra juga melayani rute Jakarta-Wonsobo, dan Jakarta-Surabaya-Malang.

Adapun bus yang paling sering saya naiki adalah PO Sinar Jaya (SJ). SJ saya pilih karena jam keberangkatannya yang cukup banyak dari Pulogadung. Jam berangkatnya pun mulai dari pagi hingga malam hari. Biasanya saya naik SJ untuk rute Jakarta-Purwokerto. Kebetulan saat saya PO. Sumber AlamPO. Sinar Jayasampai Pulogadung, seringkali bus yang siap berangkat adalah bus rute Purwokerto-Wonosobo. Hanya pada saat-saat tertentu misal selama awal sampe pertengahan  bulan puasa, atau saat akhir bulan saya bisa naik bus SJ tujuan Purworejo. Sesekali saya naik PO Sumber Alam (SA), Bus yang bagi saya, cocok dengan kultur Jawa Tengahan. Sepanjang saya naik bus SA, bus ini selalu stabil dalam lajunya dan tidak pernah terpancing apabila di-blong bus lain. Selain itu, bonus 10 tiket dengan nama sama dapat ditukar dengan 1 tiket baru.

PO Lorena, saya coba karena nama besarnya. Meski untuk rute Jakarta-Purwokerto, bus ini melayani untuk kelas AC Toilet Seat 3-2., tetapi interior-nya benar-benar sangat terawat. Selain itu guncangan dalam bus tidak terasa. Nuansa bus eksekutif masih ada. Kebetulan, saat  naik SJ, SA atau Lorena, bus yang saya  tumpangi mengalami masalah mesin atau ganti ban. Tolong-PO. Lorenamenolong antar kru bus patut diacungi jempol. Saat bus SJ/SA/Lorena ada masalah dan berhenti, pasti akan ada sesama bus SJ/SA/Lorena lain yang menepi dan membantu memperbaiki. Perjalanan dengan bus , juga menyadarkan kita bahwa ada banyak dapur bisa ngebul karena sebuah bus. Tengok saja, dari mulai pemilik bus, mekanik, kru bus, pedagang asongan, calo terminal, petugas kontrol, pemilik/pegawai rumah makan, bahkan pemerintah pun memperoleh pendapatan dari bisnis bus. Saya juga berharap pada pemerintah untuk senantiasa merawat jalan raya. Perjalanan di pantura seringkali menyebalkan karena banyaknya jalan berlubang. Sementara perbaikan jalan hanya sepotong-sepotong.

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang menjadikan perjalanan saya berlangsung aman dan lancar. Terima kasih saya sampaikan kepada para awak bus, operator bus, calo terminal Pulogadung, dan berbagai pihak yang menjadikan perjalanan saya sebagai hal yang menyenangkan. Semoga di tahun 2009, pelayanan dari operator dan awak bus, serta infrastruktur yang disediakan pemerintah akan semakin baik.

Bayuaji
Pulogadung-Kebumen PP
 
Online Status
Polls
Apa yang menarik dari LEGACY produk terbaru dari karoseri Laksana